Selasa, 27 Desember 2011

Struktur Organisasi pada Perusahaan Kontraktor

Pengorganisasian merupakan suatu tindakan yang harus dilaksanakan oleh setiap perusahaan dan merupakan salah satu fungsi manajemen dalam pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab serta penentuan hubungan antara satuan organisasi. Pengorganisasian ini bertujuan agar tugas dapat dilaksanakan dengan lancar, tertib dan dapat terwujud hubungan antara pimpinan dengan karyawan secara harmonis.
Dengan kata lain struktur organisasi dapat tergambar secara jelas tugas, wewenang dan tanggung jawab serta hubungan bagian-bagian dalam perusahaan. Struktur organisasi diperlukan untuk tercapainya suatu tujuan perusahaan dan tercapainya suatu sistem pengendalian yang efektif dengan memberdayakan semua unsur sumber daya yang dimiliki proyek (5 M) yaitu Man, Material, Machine, Methods, Money dalam satu gerak dan arah untuk mewujudkan tujuan proyek.

 Tugas dan wewenang dalam struktur organisasi pada perusahaan kontraktor:
1.        Direktur
-       Sebagai pimpinan tertinggi yang bertanggung jawab atas kelancaran dan pelaksanaan kegiatan perusahaan, mengkoordinir serta membimbing kegiatan perusahaan sehari-hari.
-       Mempertanggungjawabkan semua kewajiban yang menyangkut rugi laba perusahaan, produksi, keuangan dan pemasaran.
2.        Finance Direktur
-       Menangani semua masalah yang menyangkut segi dana, dengan cara merencanakan, mengatur dan mengawasi penerimaan dan pengeluaran dana sehubungan dengan transaksi-transaksi yang terjadi.
-       Menyediakan informasi kepada bagian-bagian yang lain mengenai kedudukan keuangan perusahaan.
-       Mengevaluasi laporan tahunan.
3.        General Manager
General Manager diangkat oleh Direktur untuk memimpin langsung proyek induk dan tetap stand by di site office. General Manager juga berfungsi sebagai wakil dari pihak pemilik untuk memimpin dan mengawasi pelaksanaan proyek.
4.        Manager
Tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian sebagai berikut:
-       Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
-       Rancangan organisasi dan pekerjaan.
-       Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
-       Sistem komunikasi dan pengendalian.
5.        Marketing
-       Menyusun program dan strategi pemasaran, baik jangka pendek maupun jangka panjang sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditentukan oleh perusahaan.
-       Menawarkan produk perumahan melalui media elektronik, media cetak, maupun presentasi ke instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta serta pameran.
6.        Surveyor
Bertugas untuk melakukan pengukuran dan pemetaan tanah pada kawasan yang akan dikembangkan, sehingga dihasilkan berbagai data yang diperlukan dalam proses perencanaan baik berupa peta kontur tanah maupun bentuk kawasan yang akan dikembangkan.
7.        Arsitek
Bertugas untuk melakukan perancangan pengembangan kawasan sesuai dengan spesifikasi dan batasan-batasan yang telah ditentukan diatas tanah yang dikembangkan dengan menggunakan data-data yang dihasilkan dan telah diolah oleh surveyor. Arsitek juga mempunyai tugas untuk membuat perancangan design rumah sesuai konsep yang diinginkan oleh Developer.
8.        Drafter
Bertugas untuk membantu arsitek merealisasikan hasil rancangan pengembangan kawasan sehingga dapat berfungsi sesuai keinginan semua pihak.  
9.        Pelaksana
Pelaksana mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :
-       Bertanggung jawab atas kelancaran pekerjaan yang menjadi kewajibannya.
-       Mempelajari gambar dan spesifikasi proyek.
-       Melakukan persiapan lapangan, termasuk pengukuran.
-       Membuat laporan realisasi quantity pekerjaan yang telah dilaksanakan.
-       Memberikan perintah kepada pembantu pelaksana / mandor.
-       Dapat membuat opname borongan.
-       Membuat rekapitulasi kebutuhan material di proyek.
Pelaksana juga berkewajiban memberikan usulan kepada pemilik apabila menjumpai beberapa kesulitan dalam pelaksanaan.
10.    Logistic
Uraian tugas seorang staf logistik proyek adalah :
-       Mempelajari spesifikasi material dan jadual penggunaan material.
-       Membuat jadual pengadaan material, berdasarkan jadual penggunaannya.
-       Melakukan pengadaan material sesuai jadual.
11.    Gudang
Tugas staf gudang adalah :
-     Menyimpan barang yang telah dibeli dan mengaturnya dengan baik agar barang dapat keluar secara teratur
-    Membuat laporan mengenai stock barang
-     Mengeluarkan barang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan proyek
-    Memberi informasi sedini mungkin atas produk yang sudah mencapai persediaan yang minimum.
 12.    Pengawas
Mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut :
-       Mengawasi laju pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik dari segi kualitas bahan bangunan serta pelaksanaaannya.
-       Mengawasi ketepatan waktu dan biaya pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik.
-       Bertanggung jawab atas hasil pekerjaan kepada Owner/pemilik proyek.
-       Memberikan persetujuan mengenai laporan harian, bulanan serta laporan pekerjaan tambahan maupun pekerjaan kurang dan penyelesaian keuangan yang diakibatkannya.
13.    Administrasi
Tugasnya meliputi admin, logistic, dan lainnya yang mendukung pelaksanaan administasi berjalan lancar.
Tugas detailnya yaitu :
  -     Menjaga dan mengupdate informasi administasi mulai dari office supply, stationaries.
  -     Mempersiapkan arrangement meeting detail, absensi staff, serta melakukan hal-hal seperti surat menyurat dengan staf lainya.
14.    Keuangan
Tugas bagian keuangan adalah :
  -     Bertanggung jawab atas penerimaan dan pembayaran yang terjadi.
  -     Melakukan dan membuat laporan perhitungan pajak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar